BENDAPOS BERCETAKAN PRANGKO (POSTAL STATIONERY)

ISI :

Pengantar.. PS-1

Komponen Ekshibit Bendapos Bercetakan Prangko (Postal Stationery)   PS-1

 

Syarat untuk Kelompok A,B & C

Pengolahan..PS-2

Pengetahuan..PS-3

Materi..PS-3

Penyajian..PS-3

Syarat untuk Kelompok D

Pengantar..PS-4

Pengolahan..PS-4

Pengetahuan..PS-4

Materi..PS-5

Penyajian..PS-5

 

BENDAPOS BERCETAKAN PRANGKO (POSTAL STATIONERY)

Bendapos Bercetakan Prangko (Postal Stationery) meliputi benda-benda pos yang secara resmi dibubuhi cetakan prangko yang sah, demikian pula pernyataan tertulis yang menyatakan bahwa nilai nominal biaya pengeposan atau pelayanan khusus telah dilunasi.

Wujud / bentuk fisik kertas atau kartu yang telah dibubuhi cetakan prangko, tergantung pada tujuan pencetakan prangko tersebut. Bendapos bercetakan prangko yang tertua adalah warkatpos dan sampul surat. Bentuk lainnya adalah kartupos, pembungkus koran (ban), sampul tercatat, bukti pengeposan "letter card" *) dan warkatpos udara (aerogramme), selain itu beberapa negara telah membuat berbagai macam teraan desain pelunasan biaya pengeposan. Benda lain yang dinyatakan telah terbayar biaya pengirimannya dan termasuk "postal stationery" walaupun sebenarnya tidak untuk tujuan postal ialah formulir telegram dan weselpos.

Berdasarkan cara memperolehnya dan penggunaannya bendapos bercetakan prangko dibagi dalam kelompok sebagai berikut :

  1. Penerbitan Pos (Post Office Issue)

  2. Penerbitan Pelayanan Resmi ( Official Service Issue)

  3. Penerbitan Militer

  4. Penerbitan Pencetakan Biaya Pengeposan atas Pesanan [Stamped to Order (private) Issue] ; disain harus dibedakan antara yang benar-benar untuk penggunaan postal dan yang digunakan untuk tujuan filateli semata.

  5. Penerbitan Pos Lokal

Bisa juga dilakukan pengelompokan berdasarkan jenis pelayanannya :

  1. Biaya Pengeposan

  2. Biaya Pencatatan

  3. Telegram

  4. Resu

  5. Aneka ragam biaya : kuitansi pos, weselpos dan dokumen lain yang memuat teraan disain pemrangkoan.


Catatan Penerjemah :

* Letter Card :

Kartu bercetakan prangko, terdiri atas dua lipatan dan pinggirnya berperforasi yang bisa disobek oleh penerima surat. Pertama kali diterbitkan di Belgia (1882), digunakan secara pribadi di Inggris (1887) kemudian diterbitkan oleh Dinas Pos Inggris tahun 1892. Tahun 1912 Newfoundland menambahnya dengan secarik kertas kecil yang dimasukkan dalam "letter card" yang dimaksudkan untuk lembar jawaban. Benda ini semakin tidak diminati dan Pos Inggris tidak mengeluarkannya lagi sejak tahun 1970.

 

SYARAT BAGI EKSHIBITOR KELAS BENDAPOS BERCETAKAN PRANGKO PADA REMAJA

KELOMPOK UMUR A, B & C

Kriteria

Kelompok Umur A

Kelompok Umur B

Kelompok Umur C

 

PENGOLAHAN

Rancangan

Pemilihan topik merupakan faktor yang amat menentukan bagi suatu ekshibit. Tentu saja, perhatian pada suatu bidang atau studi harus diperhatikan tanpa peduli medali apa yang akan diraih. Dengan demikian studi tentang "postal stationery" periode mutakhir. Perlu dibandingkan dengan periode lama, walaupun hal ini juga ada konsekuensinya. Hingga tahap tertentu, kesulitan dapat diatasi dengan studi yang mendalam atau mengorbankan sesuatu yang sebenarnya diinginkan oleh ekshibitor.

 

Ekshibit "postal stationery" memerlukan judul, pengantar dan rancangan. Ketiga komponen ini harus sinkron : Rancangan menunjukkan lingkup (scope) ekshibit sesuai dengan judulnya sedangkan pengantar berisi penjelasan yang diperlukan.

Pada tahap ini ekshibitor harus mampu menunjukkan adanya studi perseorangan dan dokumen rujukan yang digunakan. Rancangan yang baik merupakan pemandu ekshibit dan dapat menghindari referensi silang dan penjelasan yang bertele-tele.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Klasifikasi Materi yang Tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tingkat Perkembangan dan Penjelasan.

    • terdiri atas judul dan rancangan sederhana.

    • disarankan untuk meng-gunakan pembagian-pembagian.

 

 

 

 

 

    • Uraian tentang benda-benda yang ada dalam ekshibit disusun secara sederhana dan lugas.

    • Ekshibit disusun sesuai dengan rancangan.

    • Ekshibit sesuai dengan yang diuraikan pada pengantar.

    • rancangan logis dan jelas, tidak mengguna-kan generalisasi.

    • rancangan menunjukkan kedewasaan, sebaiknya menggunakan perkembangan, tarif kronologi dsb.

    • Identifikasi termasuk barang-barang yang dipamerkan, misalnya "postal stationery" yang diterbitkan oleh militer.

    • Relevansi antara materi dan ca-kupan ekshibit.

    • Penyebutan teraan cap pos yang tepat, misalnya : cap tanggal bulat.

    • Seimbang dan serasi.

    • Persiapannya telah lebih men-dalam.

    • Catatannya berhubungan erat dengan subjek.

    • Bukti-bukti yang terkenal ikut dipamerkan.

 

    • rancangan akan menampilkan adanya kesera-sian ekshibit de-ngan judul.

    • Rancangan akan merujuk pada ..

 

 

 

 

    • Uraian tentang semua teraan cap dan keterangan tentang kaitannya dengan ekshibit.

Penampilan materi yang ada kaitannya dengan judul, khususnya materi yang ada per-samaannya dengan judul.

    • bisa membukti-kan adanya per-siapan ilmiah.

    • Bila mungkin sediakan juga : tarif, jadwal pengangkutan dan dokumen-dokumen lain yang menunjang.

    • Yang tak perlu diikutsertakan peta, kutipan, dsb.

 

Kriteria

Kelompok Umur A

Kelompok Umur B

Kelompok Umur C

 

PENGETAHUAN

Kedalaman Studi dan Riset

 

 

 

 

 

Evaluasi Studi dan Riset.

    • Hubungan yang jelas antara judul dan materi yang dipamerkan.

    • Penjelasan yang ringkas dan ter-susun baik.

 

    • Identifikasi dan pemilihan materi.

    • Identifikasi tarif, teraan cap dan lain-lain.

    • Penggunaan katalog khusus.

    • Pemahaman ten-tang literature filateli.

    • Bukti-bukti yang bersifat filateli, misal-nya : tarif.

 

    • Penguasaan tentang materi yang dipamer-kan.

    • Referensi tentang materi.

    • Rancangan yang mudah diikuti.

    • Eksplorasi hal-hal khusus antara lain tarif, krono-logi, dsb.

    • Penguasaan ten-tang literatur filateli.

    • Membuktikan penguasaan buku petunjuk, majalah, kertas ilmiah, dsb.

    • Riset dasar.

    • Menampilkan keanekaragaman antara lain ke-anekaragaman alamat.

    • Mulai meng-gunakan koleksi langka.

    • Membuktikan adanya studi per-orangan dan riset.

 

MATERI

Kondisi dan kebersihan Materi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Penampilan Materi Penting.

    • Semua materi bersih dan baik kondisinya.

    • Teraan cap pos jelas.

 

 

 

 

 

 

 

    • Semua "items" benar-benar melalui pos.

    • Semua materi terkait dengan subjek.

    • Tidak ada materi yang terlipat / koyak.

    • Tidak ada teraan cap yang tidak ada kaitannya.

    • Bila menampilkan prangko yang berperekat hendaknya dipilih yang baik kondisinya.

 

    • Materi "used" sesuai dengan tarif.

    • Menampilkan hal-hal istimewa misalnya tarif khusus.

  • Materi yang ditampilkan adalah yang terbaik.

  • Uraian pada materi terlihat jelas.

  •  

     

     

     

     

     

      • Materi penunjang tetap terkait pada subjek.

      • Memamerkan koleksi langka dan menarik.

PENYAJIAN

Semua kelompok umur diharapkan mengikuti ketentuan tentang cara menampilkan ekshibit, sesuai dengan tingkat kemampuannya, yang terlihat dari pencapaiannya. Pemberian nilai disesuaikan dengan umur ekshibitor. Penilaian akan dihapus bila ekshubit tampil dengan buruk dan hal ini akan menghapus kesempatan untuk menerima penghargaan bagi ekshibitor.

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan :

    • Halaman judul yang dipersiapkan dengan baik.

    • Rancangan yang disajikan dengan baik.

    • Penataan materi yang baik.

    • Penulisan uraian yang bersih, terbaca jelas dan tidak ada yang salah.

    • Penggunaan "cover" yang ditata simetris.

    • Penggunaan dasar yang konsisten.

    • Penampilan ekshibit harus serasi.

    • Pergunakan tata grafis yang baik.

    • Penggunaan huruf harus proporsional dan berimbang.

    • Halaman yang bersambung harus ditata simetris.

 

SYARAT UNTUK EKSHIBIT BENDA POS BERCETAKAN PRANGKO PADA KELAS REMAJA KELOMPOK UMUR D

Syarat ini disusun berdasarkan GREX dan SREV untuk remaja pada pameran yang disetujui FIP (sesuai dengan hasil Kongres FIP ke-61), dengan mempertimbangkan GREX, SREV dan Pedoman untuk Benda Pos Bercetakan Prangko.

Ekhibitor sangat disarankan untuk mengikuti Seminar Bendapos Bercetakan Prangko yang diselenggarakan oleh FIP untuk mengembangkan pengetahuan pada Kelas Seminar.

Kriteria

PENGOLAHAN

Arti penting, Rancangan dan Kerangka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Klasifikasi Materi yang tepat.

 

 

 

Tingkat Perkembangan dan Penjelasan.

    • Arti penting subjek dalam totalitas filateli.

    • Penampilan materi kunci pada subjek.

    • Kemampuan untuk menyusun ekshibit yang sama.

    • Penyusunan Pengantar hendaknya :

  1. Menunjukkan pengetahuan ekshibitor terhadap subjeknya.

  2. Mengantar pemirsa untuk menelaah isi ekshibit.

  3. Menunjukkan indeks pada materi kunci.

  4. Menjelaskan lingkup kajian ekshibit.

  5. Menunjukkan metoda pengembangan ekshibit dan penyusunan kerangkanya.

  6. Uraian cermat dan uraiannya dapat dipertanggungjawabkan.

    • Konsisten dengan judul yang telah dipilih.

    • Sedapat mungkin rancangan dimuat pada halaman yang sama dengan judul untuk menghemat bidang lembar pamer.

    • Sub-bagian dibubuhi garis tepi.

    • Wilayah studi perorangan dan riset harus ditunjukkan.

    • Berikan daftar rujukan (referensi).

 

    • Identifikasi semua dokumen serta kaitannya dengan subjek.

    • Penggunaan materi yang tepat.

    • Menunjukkan ciri-ciri khas pelayanan pos.

    • Memberi penjelasan pada bahan tambahan dalam kaitannya dengan judul.

 

    • Lingkup kajian harus lengkap.

    • Ada persesuaian antara pengantar dan rancangan.

    • Penjelasannya harus lugas, masuk akal dan berimbang.

    • Kedalaman pengembangan ilmiah dapat terukur.

    • Memasukkan materi yang erat kaitannya dengan subjek, a.l. daftar tarif, perkembangan kronologis dan sebagainya.

    • Semua materi diolah menjadi suatu kesatuan (unit).

    • Mengikutsertakan materi penunjang yang dijamin kebenarannya, misalnya peta dan kutipan-kutipan.

 

PENGETAHUAN

Kedalaman Studi dan Riset.

 

 

Evaluasi Studi dan Riset.

    • Riset akan tampil paling baik bila materi dan bukti-bukti yang menunjang subjek dikembangkan dengan baik.

    • Sumbangan perorangan untuk memperluas cakupan subjek.

    • Sumbangan untuk studi yang digunakan dari sumber lain.

    • Penggunaan materi secara selektif.

    • Analisis yang tepat terhadap materi yang dipamerkan.

    • Deskripsi yang relevan dari dokumen yang dipamerkan.

    • Disertai informasi yang ringkas dan tidak melebihi dokumen yang dipamerkan.

    • Subjek demikian pula penyajiannya harus orisinil.

    • Penggunaan sumber-sumber yang tepat.

    • Referensi untuk buku pegangan, artikel, kertas studi dan sebagainya.

 

Kriteria

MATERI

Kondisi dan Kebersihan Materi.

 

 

 

 

 

Penampilan Materi yang Penting.

    • Materi yang terbaik yang dapat diperoleh.

    • Sertifikat expert untuk materi yang penting.

    • Teraan cappos yang jelas dan terbaca.

    • Prangko harus dalam keadaan baik.

    • Ilustrasi dan kutipan dapat digunakan bilamana aslinya tidak dapat diperoleh.

    • Dokumen dapat diikutsertakan.

    • Materi yang dipilih dengan baik menentukan arti penting subjek.

    • Koleksi langka dan penting (bukan karena mahal harga komersialnya) perlu ditampilkan.

PENYAJIAN

Semua Kelompok Umur diharapkan mengikuti peraturan yang sama untuk penyajian ekshibit, dengan batasan-batasan sesuai dengan dengan kemampuan tiap-tiap tingkatan usia. Meskipun penilaian disesuaikan dengan tingkat usia, namun pada dasarnya peraturan-peraturan tersebut sama (bagi semua tingkat).

Harus diingat, kecerobohan penyajian, memungkinkan hilangnya kesempatan untuk meraih medali pada levelnya.

Hal-hal paling penting yang perlu diingat adalah :

    • Penyajian melengkapi, memandu dan menarik minat terhadap materi dan pada ekshibit itu sendiri.

    • Tata letak dan penyajian yang jelas membantu pemahaman materi.

    • Kutipan-kutipan dan ilustrasi jangan sampai menyembunyikan keasliannya, ukuran dokumen tersebut harus dikemas berbeda dari aslinya dan harus disebutkan identitasnya dan alasan penampilannya.

    • Penyajian harus menampilkan lembar judul yang ditata dengan selera yang baik, namun jangan sampai ditambah hiasan-hiasan yang tidak perlu yang justru menurunkan mutu ekshibit.

    • Racangan yang ditata dengan baik, sebaiknya dilatakkan dalam satu halaman dengan judul agar halaman lembar pamer dapat dihemat.

    • Materi harus ditata dengan baik pada tiap halaman lembar pamer.

    • Setiap halaman hendaknya ditata secara simetris.

    • Hendaknya digunakan cara penempelan yang sama pada setiap halaman.

    • Ekshibit harus ditata secara serasi dan seimbang.

    • Harus memperhatikan peraturan-peraturan grafis.

    • Penataan huruf harus serasi.

    • Halaman-halaman yang berdampingan harus simetris.

    • Hindari hal-hal yang menjadikan materi pameran menjadi tidak menarik, antara lain karena penggunaan kertas berwarna, hiasan yang tidak perlu dsb.

Source: http://filateli.wasantara.net.id